Search here and hit enter....

Survei IPB dan Cyrus: Pekerja dan Pencari Kerja Dukung Omnibus Law


Hasil Survei Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Cyrus Network menunjukkan, sebagian besar pekerja dan pencari kerja cenderung tidak menolak ominbus law Cipta Kerja sedang dirancang DPR dan pemerintah. "Hal ini terlihat pada tingginya angka persetujuan para pekerja dan pencari kerja terhadap maksud dan tujuan dari RUU Cipta Kerja," ujar Khairil Anwar Notodiputro, guru besar statistika IPB, Jumat (17/4/2020). 

Dia memerinci, sebanyak 86% pekerja dan pencari kerja sepakat, RUU Cipta Kerja dimaksudkan untuk menciptakan pekerjaan seluas-luasnya. Khusus pada pencari kerja, angka ini melonjak sampai 89%. Para ekerja dan pencari kerja, kata dia, juga setuju RUU ini ditujukan untuk memperbaiki regulasi yang menghambat investasi (82,2% setuju), mempermudah perizinan berusaha (90,2% setuju), serta mempermudah pendirian usaha untuk usaha mikro dan kecil (UMK) atau 86,4% setuju. 

Khairil menambahkan, pekerja dan pencari kerja juga memberikan persetujuan yang sangat tinggi pada beberapa regulasi baru yang diatur oleh RUU Cipta Kerja. Sebanyak 95,4% setuju regulasi baru nantinya di samping pemberian pesangon, perusahaan wajib memberikan penghargaan lain sesuai dengan masa kerja pekerja. Para pekerja dan pencari kerja, kata dia, juga memiliki pendapat yang positif terhadap RUU Cipta Kerja.

 Sebanyak 81,2% responden percaya, RUU ini nantinya dapat mendorong produktivitas pekerja. RUU ini juga dianggap pro terhadap pertumbuhan ekonomi (64%), pro terhadap penciptaan lapangan kerja (72%), pro terhadap Investasi (83,5%), serta pro Usaha Menengah Kecil (58,9%). "Kendati mendapat persetujuan yang tinggi dan pendapat yang positif, RUU Cipta Kerja masih memiliki tantangan terkait isu negatif dan rumor yang berkembang," kata Khairil.

 Meski yang tidak percaya lebih banyak (55,1%), dia menegaskan, masih ada 41,1% responden yang percaya RUU Cipta Kerja bisa membuat pekerja bisa dikontak seumur hidup. Sebanyak 36,5% responden juga masih percaya RUU ini bisa membuat pengusaha bisa memberhentikan karyawan kapanpun, sedangkan 62% responden tidak percaya. 

Survei ini bertajuk Persepsi Pekerja dan Pencari Kerja terhadar RUU Omnibus Law Cipta Kerja dan selenggarakan oleh Departemen Statistika Institut Pertanian Bogor bekerja sama Cyrus Network di 10 kota di Indonesia, yakni Medan, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar, pada 2-7 Maret 2020. 

Responden berjumlah 400 orang, terdiri atas 200 orang pekerja dan 200 orang pencari kerja. Survei ini menggunakan teknik purposive sampling yang merupakan bagian dari nonprobibility sampling. Untuk menjamin hasil, metode survei disusun sedemikian rupa, sehingga sampel yang terambil merupakan representasi dari populasi.

BERIKAN KOMENTAR ()